Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Tampilkan postingan dengan label KAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Januari 2019

Dunia Kereta - Wesel Pada Lintas Kereta Api


Apa itu wesel? Wesel banyak dikenal sebagai pengiriman uang lewat kantor pos. Akan tetapi, disini kita akan membahas pengertian lain wesel yang tentunya berhubungan dengan perkeretaapian. Wesel pada istilah perkeretaapian adalah percabangan lintas untuk memindahkan jalur kereta api. Wesel secara internasional dikenal dengan sebutan switch dan turnout. Wesel akan sangat banyak ditemui di stasiun dan biasanya dipakai untuk perpindahan jalur lintas atau untuk menuju pemberhentian sementara agar tidak menggangu lintas utama. 

  Beberapa jenis wesel adalah:
1. Wesel biasa
Wesel yang terdiri dari satu jalur lurus dan satu jalur belok. Sering disebut juga sebagai wesel sederhana. Wesel ini dinamakan wesel kanan jika jalur belok ada disebelah kanan jalur lurus dan sebaliknya disebut jalur kiri jika jalur belok berada di sebelah kiri jalur lurus. Penentuan kanan dan kiri dari arah muka.



Gambar 1. Wesel biasa

Gambar 2. Wesel biasa kiri dan kanan

2. Wesel lengkung
Merupakan wesel yang ada di lintasan menikung. Ada 3 tipe seperti ditunjukkan pada Gambar 3 yaitu wesel searah lengkung, wesel berlawa
Gambar 3. Ilustrasi wesel lengkung

3. Wesel tiga jalan
Merupakan wesel yang memiliki tiga cabang. Wesel ini ada yang berlawanan arah dan adapula yang searah. Ilustrasinya ditunjukkan pada Gambar 4.



Gambar 4. Wesel tiga jalan

4. Wesel Inggris
Merupakan wesel yang paling rumit, menghubungkan empat arah lintas. Skemanya ditunjukkan pada Gambar 5.

Gambar 5. Skema Wesel Inggris


Gambar 6. Wesel Inggris

Susunan knontruksi wesel sendiri ada dua bagian yaitu bagian pokok dan bagian pelengkap. Termasuk bagian pokok adalah bagian pengarah dan bagian persilangan wesel, sedangkan bagian pelengkap sendiri adalah bagian penerus dari wesel. Seperti ditunjukan pada Gambar 7.

Gambar 7. Bagian wesel
Beberapa komponen wesel ditunjukkan pada Gambar 8. Mari kita bahas satu persatu:
1.    Lidah wesel
Merupakan bagain yang dapat bergerak atau masuk ke bagian pengarah karena berfungsi untuk menagkap roda kereta agar mengikuti arah lidah terpasang. Lidah wesel sisi kanan dan kiri diikat oleh kopel untuk menjaga jarak keduanya dan untuk memudahkan penggeseran lidah wesel.             Lidah wesel sendiri ada yang berpenggerak manual yang harus ditarik dengan tenaga manusia ada juga yang sudah otomatis dimana digerakan oleh motor listrik ataupun dengan tenaga pneumatik dan hidrolik.


Gambar 8. Komponen wesel


2.    Jarum dan sayap
Berfungsi untuk memberikan jalan flens roda ketika melewati perpotongan rel di wesel. Jarum sendiri membentuk sudut lancip yang dikenal dengan sudut simpang arah. Sedangkan sayap bertugas menjaga flens roda agar tidak keluar dari rel. Gambar 9 menunjukkan bentuk jarum dan sayap.

Gambar 9. Jarum dan Sayap
3.    Rel paksa
Rel yang dipasang berhadapan dengan jarum. Berfungsi untuk mencegah keluarnya roda ketika berada di ujung jarum (diatas rel yang terputus).

4.    Rel Lantak
Merupakan bagian rel yang berfungsi sebagai tempat tumpuan lidah wesel. Ilustrasinya ditunjukkan pada Gambar 10.


Gambar 10. Rel lantak

Pada saat kereta melewati wesel terdapat batas kecepatan maksimum agar kereta tidak keluar dari jalur akibat benturan antara rel dan flens roda. Besarnya kecepatan maksimum ini tergantung pada sudut simpang (sudut jarum). Seperti ditunjukkan pada Gambar 11, P adalah panjang jarum, α adalah sudut simpang, B adalah lebar kepala rel, C adalah lebar kaki rel, dan d adalah celah antara jarum dan ujung rel. Semakin besar nilai sudut simpang maka kecepatan maksimum semakin kecil karena menunjukkan semakin tajam simpangan. Gambar 12 menunjukkan batas maksimum kecepatan di wesel berdasarkan besar sudut simpang, kemudian menjadi nomor wesel.
Gambar 11. Ilustrasi sudut simpang

Gambar 12. Nomor wesel
Referensi:
Fredy Jhon Philip, Rekayasa Jalan Rel: Modul 6 Wesel dan Persilangan, Universitas Pembangunan Jaya: Program Studi Teknik Sipil.

Share:

Selasa, 24 April 2018

Dunia Kereta - Penomoran Kereta Api di Indonesia (bagian 2)


Setelah sebelumnya dibahas tentang penomoran pada Lokomotif, pada artikel ini pembahasan dilanjutkan untuk penomoran pada Kereta penumpang, gerbong barang, dan sarana khusus.
 
Penomoran Kereta Penumpang
Format penomoran pada kereta penumpang:
XX -  X - XX – XX
[ kelas kereta] [ jenis kereta] [ tahun mulai operasi] [ nomor urut]

  •         Kelas kereta terdiri dari dua digit, dimana digit pertama adalah kode huruf seperti pada tabel 1. Sedangkan digit kedua menunjukkan kelas kereta
o   1 untuk kelas eksekutif
o   2 untuk kelas bisnis
o   3 untuk kelas ekonomi

Kode huruf
Keterangan
K
Kereta penumpang biasa
M
Kereta yang dilengkapi ruang makan
P
Kereta yang dilengkapi pembangkit
B
Kereta yang dilengkapi bagasi
KP
Kereta penumpang dilengkapi dengan pembangkit
KM
Kereta penumpang dilengkapi dengan ruang makan
MP
Kereta yang dilengkapi ruang makan dan pembangkit
KMP
Kereta penumpang yang dilengkapi ruang makan dan pembangkit


  •      Jenis kereta, menunjukkan kereta ditarik lokomotif atau kereta berpenggerak
o   Angka 0 untuk kereta yang ditarik lokomotif
o   Angka 1 untuk kereta rel listrik (KRL)
o   Angka 2 untuk kereta rel diesel elektrik (KRDE)
o   Angka 3 untuk kereta rel diesel hidrolik

Misal: K1 1 01 01
  •        K1, artinya kereta kelas eksekutif
  •        1, berarti jenis KRL
  •        01, tahun operasi 2001
  •        01, nomor urut




(sumber: www.railway.web.id)
Penomoran Gerbong Barang
Format penomoran gerbong barang:
XX – XX – XX – XX
[ jenis gerbong] [ kapasitas muat] [ tahun mulai operasi] [ nomor urut]

  •        Jenis gerbong dengan rincian sesuai tabel berikut:
o   GD, untuk Gerbong Datar
o   GB, untuk Gerbong Terbuka
o   GT, untuk Gerbong Tertutup
o   GK, untuk Gerbong Tangki
  •         Kapasitas muat menunjukkan daya angkut dalam ton

Misal: GD 42 14 197
  •         GD menunjukkan gerbong datar
  •         42 menunjukkan kapasitas muat 40 ton
  •        14 menunjukkan tahun mulai operasi 2014
  •        197 menunjukkan nomor urut sarana


(https://www.flickr.com/photos/gudhell-fadillah/14842004408)

Penomoran Peralatan Khusus
Format penomoran untuk peralatan khusus adalah:
XX – X – XX – XX
[kode sarana khusus] [ jenis sarana khusus] [ tahun mulai operasi] [ nomor urut]

  •         Kode sarana khusus dinyatakan dalam dua huruf sebagai berikut:
o   SI untuk kereta inspeksi (KAIS)
o   SP untuk kereta penolong (NR)
o   SU untuk kereta ukur (KU)
o   SC untuk kereta Derek
o   SR untuk kereta pemeliharaan jalan rel
  •        Jenis sarana khusus dinyatakan sebagai berikut:
o   0 untuk sarana khusus yang ditarik lokomotif
o   1 untuk kereta khusus berpenggerak listrik
o   2 untuk kereta khusus berpenggerak diesel elektrik
o   3 untuk kereta khusus berpenggerak diesel hidrolik

Misal: SI 3 11 01
  •        SI artinya kereta inspeksi
  •         3 karena berpenggerak diesel hidrolik
  •         11 tahun mulai dinas 2011
  •        01 nomor urut


 (sumber: www.railway.web.id)

Selain itu, ada ketentuan tambahan dimana penulisan huruf dengan font Arial ukuran 140. Huruf dan angka warna putih, sedangkan latar belakang warna hitam.


Reff: https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_penomoran_kereta_api_di_Indonesia
Share:

Senin, 23 April 2018

Dunia Kereta - Penomoran Kereta Api di Indonesia (bagian 1)



Sistem penomoran kereta api yang dimaksut adalah nomor lambung kereta api. Kereta api disini meliputi lokomotif, kereta penumbang, gerbong barang dan sarana khusus lainnya seperti kereta ukur, kereta wisata dll. Penomoran kereta api di Indonesia pada awalnya mengikuti sistem penomoran kereta Belanda karena karena api di Indonesia memang dibangun oleh colonial Belanda. Sistem penomoran Belanda berdasarkan kelas dan nomor urut lokomotif milik perusahaan yang bersangkutan. Misal SS 1700 milik Staatsspoorwegen (SS). Kemudian ketika Jepang menjajah Indonesia sistem penomoran kereta diganti dengan sistem penomoran sesuai jenis susunan roda AAR dan klasifikasi UIC.

Pada saat ini penomoran kereta api di Indonesia telah diatur oleh PM Perhubungan No KM 45 Tahun 2010 tentang Standar Spesifikasi Teknis Penomoran Sarana Perkeretaapian. Berdasarkan aturan tersebut, penomoran kereta api memperhatikan 4 hal: jenis sarana,klasifikasi sarana,  tahun mulai operasi,  dan nomor urut sarana kereta api.

Penomoran Lokomotif
Format penomoran pada lokomotif adalah:
XX – XXX – XX -  XX
[jumlah gandar penggerak]  [klasifikasi lokomotif]  [ tahun mulai operasi]  [ nomor urut]

  •  Jumlah gandar penggerak sesuai penomoran AAR atau klasifikasi UIC
  • Klasifikasi lokomotif, digit pertama menunjukkan sistem penggerak, digit dua dan tiga menunjukkan seri lokomotif
o   Sistem penggerak kerata dibedakan menjadi 4:
1)    Angka 1 jika lokomotif listrik/ kereta rel listrik
2)    Angka 2 jika lokomotif diesel elektrik
3)    Angka 3 jika lokomotif diesel hidarulik
4)    Angka 4 jika lokomotif multipower / hybrid
  • Tahun mulai operasi menunjukkan kapan sarana mulai dioperasikan
  • Nomor urut menunjukkan nomor urut beroprasi pada tahun itu

Misal : CC 206 15 14
  • CC, Jumlah gandar penggeraknya dengan kode CC artinya lokomotif memakai dua bogie, masing – masing bogienya terdiri dari tiga gandar berpenggerak.
  •  206, Angka 2 berarti lokomotif diesel elektrik. Angka 06 menunjukkan tipe lokomotif
  • 15 , menunjukkan tahun operasi 2015
  • 14, menunjukkan nomor urut


(https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/42494/pengiriman-lokomotif-cc-206-ke-pulau-sumatera-dimulai)



Reff: id.wikipedia.org/wiki/Sistem_penomoran_kereta_api_di_Indonesia
Share:

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]

Follow IG

Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter