Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Tampilkan postingan dengan label track. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label track. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 April 2023

Dunia Kereta - Slab Track Kereta Cepat

Ada beberapa jenis rel kereta api yang digunakan di seluruh dunia, dengan variasi desain dan konstruksinya. Beberapa jenis jalur kereta api yang umum digunakan adalah:

1.    Ballasted track: Ini adalah jenis jalur kereta api yang paling umum digunakan secara global, di mana jalur tersebut diletakkan di atas lapisan batu pecah yang dikenal sebagai pemberat.

Track Sleeper Beton: Pada track jenis ini, rel dipasang pada bantalan beton pracetak menggunakan klip atau ballast lainnya.

Jalur Rel Las Berkelanjutan: Jenis jalur ini memiliki rel yang dilas bersama secara terus menerus, menciptakan jalur yang mulus tanpa sambungan atau celah.

Slab track: Pada track jenis ini, rel dipasang pada slab beton yang berfungsi sebagai pondasi, menghilangkan kebutuhan pemberat atau bantalan.

Suspended Track: Pada jenis track ini, rel didukung oleh serangkaian balok baja atau beton yang digantung dari struktur seperti jembatan atau rel layang.

 

Jalur balast adalah jenis jalur kereta api yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Ada beberapa alasan popularitasnya: Keefektifan biaya: Pembuatan jalur balas relatif murah dibandingkan dengan jenis jalur lainnya, terutama karena menggunakan batu pecah sebagai pemberat, yang sudah tersedia dan murah. Perawatan yang mudah: Lebih mudah untuk mempertahankan track berballas daripada jenis track lainnya, karena ballast dapat dengan mudah diganti atau disetel sesuai kebutuhan. Drainase yang baik: Pemberat di jalur balas memberikan drainase yang baik untuk air hujan, mencegah akumulasi air di jalur dan mengurangi risiko tergelincirnya rel. Keserbagunaan: Jalur balas dapat digunakan pada berbagai jenis tanah dan medan, menjadikannya pilihan yang fleksibel untuk konstruksi kereta api.


Gambar. Slab track juga dikenal dengan ballastless track

Terlepas dari kelebihannya, ballast track juga memiliki beberapa kelemahan, seperti kebutuhan untuk perawatan rutin dan potensi ballast bergeser atau terkontaminasi, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan track. Namun, ini tetap menjadi jenis jalur kereta api yang paling banyak digunakan karena hemat biaya dan keserbagunaannya.

Slab track juga mulai banyak dipakai karena beberapa kelehihanya yaitu: Pengurangan perawatan: Track slab membutuhkan perawatan yang lebih sedikit daripada track berbalas karena menghilangkan kebutuhan penggantian ballast dan mengurangi frekuensi perawatan pengencangan rel. Ketahanan: Penggunaan beton bertulang dalam konstruksi jalur pelat memberikan daya tahan yang lebih besar daripada jalur pemberat tradisional. Pengurangan kebisingan dan getaran: Jalur pelat mengurangi kebisingan dan getaran yang disebabkan oleh kereta api yang melewati jalur tersebut, memberikan perjalanan yang lebih mulus dan nyaman bagi penumpang. Peningkatan kecepatan kereta: Stabilitas yang diberikan oleh lintasan slab memungkinkan kecepatan kereta yang lebih tinggi, mengurangi waktu tempuh dan meningkatkan efisiensi.


Gambar. Ilustrasi Slab Track

Meskipun slab track memiliki beberapa kelemahan seperti: Biaya lebih tinggi: Jalur pelat lebih mahal untuk dibangun daripada jalur pemberat tradisional, terutama karena biaya bahan beton dan tulangan. Kesulitan dalam perbaikan track: Dalam kasus kerusakan atau kegagalan track slab, proses perbaikan dapat menjadi rumit dan memakan waktu. Masalah drainase: Jalur pelat membutuhkan drainase yang tepat untuk mencegah akumulasi air, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan dan kerusakan pada jalur. Fleksibilitas terbatas: Track slab kurang fleksibel dibandingkan track balas dan tidak cocok untuk beberapa jenis medan atau tanah.

Secara keseluruhan, slab track adalah teknologi rel kereta api yang lebih modern dan canggih, menawarkan beberapa manfaat seperti pengurangan perawatan, peningkatan daya tahan, dan kecepatan kereta yang lebih tinggi. Namun, biayanya yang lebih tinggi dan fleksibilitasnya yang terbatas membuatnya kurang cocok untuk beberapa proyek perkeretaapian.

 

Ref:

Ma, Z.; Gao, L.; Zhong, Y.; Ma, S.; An, B. Arching Detection Method of Slab Track in High-Speed Railway Based on Track Geometry Data. Appl. Sci. 202010, 6799. https://doi.org/10.3390/app10196799

Share:

Selasa, 02 Juli 2019

Dunia Kereta - DAS Tingkatkan Efektivitas Perawatan Lintas Rel



Perawatan lintas rel merupakan hal yang penting dan krusial karena rel yang kondisinya sudah tidak baik dapat menimbulkan suara bising atau bahkan kecelakaan kereta. Akan tetapi, perawatan ini perlu dilakukan dalam waktu yang tepat, jika terlalu sering maka akan mengganggu operasional dan jika terlalu jarang maka akan berisiko. Untuk itu, seorang manager perawatan memerlukan data yang cukup untuk mengambil keputusan apakah akan dilakukan perawatan disatu lintas tertentu.


Gambar 1. Teknologi DAS

Untuk mendapatkan data tadi biasanya diperoleh dari kereta ukur (measurement car) atau dari sensor yang dipasang ditempat tertentu. Penggunaan kereta ukur tidak bisa terus menerus sehingga data yang diperoleh hanya periodic. Sedangkan pemasangan sensor tidak bisa dilakukan di sepanjang jalur lintas karena akan sangat mahal. Peneliti dari Technical University Graz Austria mengusulkan penggunaan fiber optic untuk mengetahui kondisi rel berdasarkan suara yang dihasilkan kereta ketika melewati lintas. Jadi fiber optic disini berperan sebagai sensor suara (akustik) kemudian dikirimkan ke pusat kendali untuk diidentifikasi dan mengetahui kondisi lintas. Dengan demikian kondisi lintas bisa diketahui setiap waktu. Dan karena harga fiber optic lebih murah dibanding sensor konvensional yang dipakai sehingga bisa dipasang sepanjang lintas. Teknologi ini dikenal dengan DAS (Distributed Acoustic System).


Gambar 2. Contoh data DAS

Selain itu sensor fiber optic ini juga dapat dipakai untuk mengetehui lokasi kereta karena dipasang sepanjang lintas dan juga untuk mendeteksi adanya kerusakan pada roda kereta. Karena roda yang cacat (flat) akan menghasilkan suara yang berbeda ketika melintas di rel. Gambar 2 di bawah ini menunjukkan hasil deteksi sensor suara dari fiber optic. Berdasarkan gambar tersebut terlihat jelas bahwa pada bagian-bagian tertentu memiliki nilai spectrum frekuensi yang lebih tinggi, dan disitulah roda kereta atau axle berada. Kondisi ini dibandingkan dengan kondisi normal yang ada di data base. Jika ada perbedaan maka itu adalah indikasi kerusakan yang perlu dilihat, sedangkan lokasinya juga telah terpantau dari sensor fiber optic untuk dengan mudah diobservasi lapangan.

Referensi:
www.globalrailwayreview.com

Share:

Rabu, 30 Januari 2019

Dunia Kereta - Wesel Pada Lintas Kereta Api


Apa itu wesel? Wesel banyak dikenal sebagai pengiriman uang lewat kantor pos. Akan tetapi, disini kita akan membahas pengertian lain wesel yang tentunya berhubungan dengan perkeretaapian. Wesel pada istilah perkeretaapian adalah percabangan lintas untuk memindahkan jalur kereta api. Wesel secara internasional dikenal dengan sebutan switch dan turnout. Wesel akan sangat banyak ditemui di stasiun dan biasanya dipakai untuk perpindahan jalur lintas atau untuk menuju pemberhentian sementara agar tidak menggangu lintas utama. 

  Beberapa jenis wesel adalah:
1. Wesel biasa
Wesel yang terdiri dari satu jalur lurus dan satu jalur belok. Sering disebut juga sebagai wesel sederhana. Wesel ini dinamakan wesel kanan jika jalur belok ada disebelah kanan jalur lurus dan sebaliknya disebut jalur kiri jika jalur belok berada di sebelah kiri jalur lurus. Penentuan kanan dan kiri dari arah muka.



Gambar 1. Wesel biasa

Gambar 2. Wesel biasa kiri dan kanan

2. Wesel lengkung
Merupakan wesel yang ada di lintasan menikung. Ada 3 tipe seperti ditunjukkan pada Gambar 3 yaitu wesel searah lengkung, wesel berlawa
Gambar 3. Ilustrasi wesel lengkung

3. Wesel tiga jalan
Merupakan wesel yang memiliki tiga cabang. Wesel ini ada yang berlawanan arah dan adapula yang searah. Ilustrasinya ditunjukkan pada Gambar 4.



Gambar 4. Wesel tiga jalan

4. Wesel Inggris
Merupakan wesel yang paling rumit, menghubungkan empat arah lintas. Skemanya ditunjukkan pada Gambar 5.

Gambar 5. Skema Wesel Inggris


Gambar 6. Wesel Inggris

Susunan knontruksi wesel sendiri ada dua bagian yaitu bagian pokok dan bagian pelengkap. Termasuk bagian pokok adalah bagian pengarah dan bagian persilangan wesel, sedangkan bagian pelengkap sendiri adalah bagian penerus dari wesel. Seperti ditunjukan pada Gambar 7.

Gambar 7. Bagian wesel
Beberapa komponen wesel ditunjukkan pada Gambar 8. Mari kita bahas satu persatu:
1.    Lidah wesel
Merupakan bagain yang dapat bergerak atau masuk ke bagian pengarah karena berfungsi untuk menagkap roda kereta agar mengikuti arah lidah terpasang. Lidah wesel sisi kanan dan kiri diikat oleh kopel untuk menjaga jarak keduanya dan untuk memudahkan penggeseran lidah wesel.             Lidah wesel sendiri ada yang berpenggerak manual yang harus ditarik dengan tenaga manusia ada juga yang sudah otomatis dimana digerakan oleh motor listrik ataupun dengan tenaga pneumatik dan hidrolik.


Gambar 8. Komponen wesel


2.    Jarum dan sayap
Berfungsi untuk memberikan jalan flens roda ketika melewati perpotongan rel di wesel. Jarum sendiri membentuk sudut lancip yang dikenal dengan sudut simpang arah. Sedangkan sayap bertugas menjaga flens roda agar tidak keluar dari rel. Gambar 9 menunjukkan bentuk jarum dan sayap.

Gambar 9. Jarum dan Sayap
3.    Rel paksa
Rel yang dipasang berhadapan dengan jarum. Berfungsi untuk mencegah keluarnya roda ketika berada di ujung jarum (diatas rel yang terputus).

4.    Rel Lantak
Merupakan bagian rel yang berfungsi sebagai tempat tumpuan lidah wesel. Ilustrasinya ditunjukkan pada Gambar 10.


Gambar 10. Rel lantak

Pada saat kereta melewati wesel terdapat batas kecepatan maksimum agar kereta tidak keluar dari jalur akibat benturan antara rel dan flens roda. Besarnya kecepatan maksimum ini tergantung pada sudut simpang (sudut jarum). Seperti ditunjukkan pada Gambar 11, P adalah panjang jarum, α adalah sudut simpang, B adalah lebar kepala rel, C adalah lebar kaki rel, dan d adalah celah antara jarum dan ujung rel. Semakin besar nilai sudut simpang maka kecepatan maksimum semakin kecil karena menunjukkan semakin tajam simpangan. Gambar 12 menunjukkan batas maksimum kecepatan di wesel berdasarkan besar sudut simpang, kemudian menjadi nomor wesel.
Gambar 11. Ilustrasi sudut simpang

Gambar 12. Nomor wesel
Referensi:
Fredy Jhon Philip, Rekayasa Jalan Rel: Modul 6 Wesel dan Persilangan, Universitas Pembangunan Jaya: Program Studi Teknik Sipil.

Share:

Kamis, 29 Maret 2018

Dunia Kereta - Power Supply Kereta Api


Apa itu power supply kereta api? Power supply kereta api yang dimaksut disini adalah sistem supply listrik untuk kereta listrik. Secara umum sistem supply listrik untuk kereta api ada dua jenis, yaitu supply DC dan supply AC. Pada artikel kali ini, kita akan pelajari bersama kedua sistem supply tersebut. Tabel 1 menunjukkan data sistem supply DC dan AC yang ada di dunia pada tahun 1996, dan tentunya sekarang sudah berkembang pesat.




Mari kita bahas satu demi satu. Sistem DC banyak dipakai untuk jarak dekat, seperti metro, LRT dll karena transmisi  listrik DC untuk jarak jauh memiliki loses yang besar. Struktur power struktur power supply DC ditunjukkan pada gambar 3. Dimulai dari listrik 3 phase dari Gardu Listrik kemudian disalurkan ke sub-station. Di sub-station listrik tegangan tinggi akan diturunkan tegangannya melalui transformer. Setelah itu listrik masuk ke rectifier untuk diubah menjadi listrik DC yang selanjutnya disalurkan ke Listrik Aliran Atas (LAA). Terdapat high speed circuit breaker sebagai pengaman apabila terjadi gangguan/ sort. Pada gambar dijelaskan terdapat dua jenis rectifier yang dipakai, yaitu 6-pulse dan 12-pulse rectifier. Perbedaan keduanya adalah pada harmonisa, loses, disisi supply. Rectifier 12-pulse menghasilkan harmonisa lebih kecil sehingga lebih effisien.

Jarak antar sub-station pada sistem ini sekitar 5 km. Perlu diperhatikan bahwa pada LAA yang di supply dari satu sub-station dan sub-station lainnya terdapat celah. Jarak dan celah ini salah satu fungsinya untuk membatasi agar listrik tidak mengalir terlalu jauh sehingga losesnya besar. Lantar bagaimana supply listrik kereta ketika melewati celah ini? Celah ini hanya sempit, sehinnga dengan kereta yang cukup panjang, misal kereta ujung depan melewati celah dan tidak mendapat supply listrik, kereta bagian belakang masih memperoleh supply.



Selanjutnya untuk sistem supply AC 1 phase dapat dilihat pada gambar 7. Diawali dari Feeding sub-station listrik AC 3 phase diubah menjadi dua listrik AC 1 phase masing – masing untuk supply up track dan down-track ( double track atas dan bawah, biasanya pada kereta bawah tanah). Circuit breaker untuk pengaman. Air section adalah gap antara LAA dari feeding sub-station satu dengan lainnya. Pada sub-sectioning post(SSP) terdapat switch yang berfungsi, apabila salah satu feeder rusak, maka switch akan dibubungkan, dan LAA masih akan teraliri listrik dari feeding lainnya.



Secara umum terdapat dua sistem supply listrik AC untuk LAA yaitu dengan memakai Boosting Transformer (BT) dan Auto Transformer(AT). BT dipasang setiap 4 km pada LAA yang bertujuan untuk memperbesar arus balik sehingga tidak menggangu jalur komunikasi maupun signaling. Dengan kata lain, BT membantu mencegah terjadinya arus liar(stray current). Akan tetapi, ketika ada kereta yang lewat di area BT maka akan menimbulkan arus yang besar dan percikan bunga api yang bisa merusak LAA. Untuk itu dipasang capasitor sebagai pengaman lonjakan arus listrik. Sistem BT dan AT dapat dilihat pada gambar 8 dan 9.


Pada sistem AT tegangan pada feeder sub-station adalah dua kali lipat dari yang disuplaikan ke kereta. Dapat dilihat pada gambar 9, dimana disebelah kiri terdapat dua panah yang artinya tegangan 2 kali lipat, kemudian setelah memasuki AT pertama satu panah mengalir balik dan satunya diteruskan sampai pada jarak tertentu. Dengan supply tegangan dua kali lipat diharapkan arus akan turun. Setiap AT sendiri biasanya dipasang dengan jarak 10 km di lintas. Sistem ini sangat baik dipakai untuk mengurangi interferensi dengan jaringan komunikasi. Berdasarkan keunggulan AT yang sudah disebutkan, maka sistem AT lebih banyak dipakai. Bentuk fisik AT dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

 
Tampak fisik BT



Tampak fisik AT

Sistem feeding listrik AC banyak dipakai untuk kereta jarak jauh karena losesnya kecil, seperti juga transmisi listrik rumah yang memakai listri AC. Sistem feeding dengan listrik AC 3 phasa sudah ditinggalkan karena kerumitannya. Demikian sekilas tentang sistem power supply pada kereta api, semoga bermanfaat.


Ref:
  1. Railway Electric Power Feeding System. Yasu Oura, Yoshifumi Mochinaga, Hiroki Nagasawa. Japan Railway and Transport Review 16. June 1998.
      2.    https://library.e.abb.com

Share:

Selasa, 31 Oktober 2017

Dunia Kereta - Rail Grinding: salah satu metode perawatan rel

Banyak cara yang dilakukan untuk merawat rel di lintas. Pada kesempatan ini akan kita bahas besama tentang rail grinding, yaitu salah satu metode untuk memperbaiki kerusakan di permukaan atau profil rel. Seperti namanya, rail grinding, dilakukan dengan cara menggerinda permukaan rel sehingga diperoleh profi sesuai yang diinginkan. Rel yang sudah lama dipakai akan mengalami keausan. Bahkan untuk rel yang dilalui kereta barang dengan beban berat memungkinkan rel menjadi lecet dan bergelombang. Kondisi rel yang aus atau bergelombang ini berbahaya, selain menyebabkan lebar sepur yang semakin besar juga berisiko menyebabkan roda kereta keluar dari lintas, derailment.



Gambar 1. Contoh kerusakan pada kepala rel

Beberapa manfaat rail grinding adalah
1) Meningkatkan umur pakai rel dan roda dengan kontak rel-roda yang baik
2) Mencegah kerusakan parah pada rel
3) Mengurangi resistansi sehingga dapat menurunkan daya traksi yang berdampak pada  
    konsumsi energi
4) Meningkatkan ride index dan mengurangi kebisingan
5) Mencegah risiko derailment



Gambar 2. Peningkatan kerusakan rel (crack) dengan dan tanpa grinding

Ada tiga tipe rail grinding yaitu:
1) Corrective. Yaitu perbaikan kerusakan rel untuk memperbaiki profile rel setelah terjadi 
    kerusakan.
2) Preventive gradual. Yaitu menghilangkan kerusakan rel dengan menggerinda secara 
    bertahap.
3) Preventive. Yaitu tindakan pencegahan dengan menggerinda kerusakan rel yang baru 
    timbul. Dilakukan secara periodik.


Gambar 3. Tahapan preventive gradual grinding


Gambar 4. Kereta khusus rail grinder

Berikut beberapa perusahaan yang menyediakan jasa rail grinding: Modern Track Machinery, Harsco Rail, Loram Maintenance of Way Inc., Racine Railroad Product Inc., Plasser American Corp., Vossloh Rail Services North America, Railtech Matweld Inc.. Namun karena mahalnya biaya jasa maintenance ini, maka beberapa operator kereta api memilih untuk membeli rail grinding kecil yang bisa dioperasikan sendiri dengan cara didorong dengan tangan. Contoh alat ini seperti produk keluaran ERICO.


Gambar 5. Rail grinder portable

Reff:
1) Prem Prakash Kumar, Indian Railway Service of Engineer.
    https://www.slideshare.net/PremPrakashKumar/rail-grinding-machinea-basic-approach
3) http://www.american-rails.com/grinders.html
Share:

Rabu, 20 September 2017

Dunia Kereta - Apa itu Axle Counter?

Salah satu cara yang dipakai untuk mendeteksi bahwa suatu blok lintas sudah clear dari keberadaan kereta adalah dengan menggunakan axle counter. Apa itu blok lintas? Baca: Block Signaling. Seperti namanya, sistem ini akan menghitung axle kereta yang melewatinya. Sistem ini dipasang di awal blok lintas dan di akhir blok signal. Jika jumlah axle yang terdeteksi di awal dan di akhir blok signal sama, maka menandakan kereta sudah lewat dari blok signal, dalam arti blok sudah clear. Satu titik axle counter terdiri dari dua sensor sehingga dapat diketahui arah gerak dan juga kecepatan kereta. Sebuah kumputer yang disebut “evaluator” bertugas untuk membandingkan jumlah axle yang terdeteksi dari titik axle counter awal dan akhir blok.



Gambar 1. Sistem axle counter

Sistem ini selain dipakai pada blok lintas juga digunakan pada railway crossing ( perlintasan sebidang). Ketika kereta melewati axle counter pada jarak yang telah ditentukan dari perlintasan sebidang, maka sensor axle counter akan memberi informasi untuk menutup palang pintu, baik secara otomatis maupun sinyal untuk petugas perlintasan.


Gambar 2. Sensor axle counter

Kelebihan dari sistem axle counter ini adalah tidak diperlukannya isolasi rail joint ( isolasi pada persambungan rel) seperti pada metode track circuit. Selain itu kabel yang diperlukan juga lebih sedikit sehingga murah dalam instalasi dan perawatannya. Sistem ini juga aman dan dapat bekerja meskipun ada kontaminasi di rel seperti basah, pelumas, ataupun sanding (penaburan pasir untuk menambah koefisien gesek antara roda dan rel). Axle counter terbaru dapat dipasang pada jarak hampir 50 km dari komputer server dan tetap reliable.

Sedangkan kekurangan dari sistem axle counter ini adalah kegagalan pembacaan sensor sehingga perlu dicek secara berkala. Pada awal pemakaiannya terdapat keterbatasan pembacaan jumlah axle yaitu 255 axle per kereta, sehingga jika jumlah axle melebihi maka akan terjadi error. Akan tetapi, kelemahan ini sudah teratasi seiring berkembangnya kemampuan prosesor sehingga jumlah axle berapapun sudah tidak masalah.

Reff:
Share:

Dunia Kereta - Track Circuit: Metode deteksi keberadaan kereta

Salah satu metode yang dipakai untuk mendeteksi keberadaan kereta pada lintas adalah Track Circuit. Disebut demikian kerena metode ini menggunakan circuit listrik sederhana pada lintas. Sistem ini pertama kali dipakai pada 1864 oleh William Robert Sykes pada London Chatham and Dover Railway. Lebih jelas tentang track circuit dan operasionalnya, baca sampai selesai ya.

Gambar 1 menunjukkan kondisi track circuit ketika blok lintas kosong. Dari sebelah kiri terdapat insulated gap yang merupakan gap isolasi antar satu blok lintas dengan blok lintas yang lain. Lebih jelas tentang blok lintas/ blok signaling baca: Block Signaling. Dalam satu blok lintas terdapat satu sistem track circuit. Aliran listrik di batre mengalir melalui rel dimana satu positif dan satu negatif akhirnya sampai di signal relay dan mengaktifkan relay. Ketika relay aktif maka lampu hijau akan menyala, yang berarti blok lintas kosong. 


Gambar 1. Kondisi blok lintas kosong


Gambar 2. Kondisi blok lintas terisi


Selanjutnya ketika kereta melintas, Gambar 2. Maka aliran listrik kutup positif dan negatif mengalir melewati axle sebelum sampai ke signal relay sehingga relay tidak aktif. Ketika relay tidak aktif maka switch lampu signal berpindah kebawah dan lampu merah yang menyala, menandakan blok lintas terisi. Dari sini jelas pula fungsi dari isolatuion gap yaitu agar power di satu track circiut tidak mengganggu sistem track circuit yang lain. Biasanya power yang dipakai pada sistem ini hanya sekitar 1,5 - 12 VDC.

Bagaimana pemasangan track circuit pada lintas kereta listrik dimana rel sebagai current return ( tempat kembalinya arus listrik)? Jika rel sebagai netral atau grounding tempat kembalinya arus, tentu akan menggangu sinyal dari track circuit. Untuk itu pada sistem LAA AC, track circuit biasanya juga menggunakan power AC namun dengan frekuensi yang berbeda dan relay dirancang dengan filter untuk mendeteksi frekuensi yang telah ditentukan. Sedangkan untuk LAA DC, track circuit DC dilakukan dengan memakai salah satu rel sebagai kutub positif track circuit dan rel satunya sebagai kutub negatif track circuit sekaligus sebagai current return sistem LAA.

Rel modern sekarang biasanya tidak memiliki joint/ sambungan, dimana sambungan sudah dilas ketika instalasi. Apakah track circuit yang memerlukan isolation gap bisa diaplikasikan? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka track circuit memberikan solusi dengan memakai transmiter - receiver dimana frekuensi diset berbeda antar blok lintas. Sehingga track circuit pun masih bisa diaplikasikan.



Gambar 3. Track circuit dengan frekuensi

Contoh produk track circuit antara lain, FTG S produk Siemens, FS3000 produk Westinghouse, EBI Track 400 produk Bombardier dan Alston dengan Digicode dan Jade. Metode lain untuk deteksi keberadaan kereta adalah axle counter.


Reff:
Share:

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]

Follow IG

Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter