In editing
Rabu, 24 November 2021
Selasa, 20 Juli 2021
MILAD ke-5 keretalistrik.com Bagi Pulsa GRATIS
Rabu, 31 Maret 2021
Dunia Kereta - Suhu Minus, Bagaimana Kereta Tetap Beroprasi?
Hallo teman-teman KL semua,
sebutan baru buat pembaca setia keretalistrik. Setelah lama bersemedi ditengah pandemi
korona ini, kita akan bagi cerita baru tentang kereta api ini. Sebelumnya kita
doakan semoga wabah korona yang ada di Indonesia khususnya dan dunia umumnya
segera selesai, dan kita bisa menikmati lagi perjalanan dengan kereta, aamiin.
Kali ini kita akan sedikit share tentang bagaimana kereta api bisa tetap
beroprasi pada suhu dingin yang ekstrem, yaitu -30 ⁰C.
Pada kesempatan kali ini, kita
akan mengambil contoh kasus operasional kereta di Amerika Serikat dengan
operator Norfolk Southern Corporation (NS). NS lebih banyak melayani transportasi
barang seperti batu bara, produk otomotif dan juga komponen industry. Pada tahun
2019, terjadi musim dingin dengan suhu yang ekstrem di AS dan NS harus tetap
beroprasi. Suhunya mencapai -50 ⁰C di
Illionis dan Indiana di awal Februari 2019.
Salah satu usaha yang
dilakukan agar kereta tetap beroprasi dengan normal adalah menjaga kondisi rel
agar tetap aman dilalui. Suhu dingin yang ekstrem membuat rel berkontraksi dan
beberapa rusak, sambungan (joint) patah dan masih banyak lainya. Untuk
melakukan ini, personel dilengkapi dengan safety yang lengkap karena harus
bekerja pada suhu dingin yang ekstrim.
Selain itu beberapa persiapan yang dilakukan NS adalah:
- Tim dibagi dalam wilayah kecil sehingga lebih cepat mengani kendala
- Komunikasi antara pusat operasi dan pegawai lapangan ditingkatkan
- Perubahan ukuran train set, batas kecepatan dan aturan sesuai dengan kondisi di lapangan
- Menyiapkan genset portabel di beberapa tempat untuk antisipasi gardu listrik mati
- Meyiapkan alat pembersih salju dari lintas rel
Sedangkan untuk menjamik lokomotif dapat beroprasi yang
dilakukan adalah: Lokomotif disimpan atau diparkir di tempat khusus yang bisa
melindungi dari suhu dingin yang ekstrim sehingga air pendingin radiator dan bahkan
oli tidak membeku. Selain itu juga disiapkan air dryer untuk mencegah udara di
kompresor mengandung air akibat membeku. Selain itu, kondisi cuaca juga terus dipantau,
sehingga aturan operasional dapat berubah setiap waktu dan disampaikan melalui sistem
komunikasi yang canggih.
Demikian sedikit cerita tentang bagaimana operasional kereta di suhu dingin yang ekstrem. Meskipun di Indonesia tidak ada salju, semoga bisa menambah ilmu dan mengobati rasa penasaran kita. Salam sobat KL!
Reff: Global Railway Review, February 2020.
Minggu, 28 Februari 2021
Dunia Kereta – Smart Maintenance Bantu Kurangi Polusi
Revolusi Industri 4.0 telah membawa
pengaruh besar, tidak terkecuali di dunia kereta api yang itu dengan
digitalisasi. Salah satunya yaitu dengan smart maintenance, yaitu maintenance
atau perawatan yang dilakukan dengan bantuan sensor dan big-data. Lebih detail
yaitu dengan bantuan teknologi Internet of Things (IoT). IoT memungkinkan
pengamatan pada benda jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet.
Teknologi ini dimanfaatkan dengan menempatkan sensor pada beberapa komponen di
kereta untuk diamati jarak jauh di control center. Saking banyaknya data maka
untuk mengolahnya perlu metode big-data.
Data yang telah diolah dipakai untuk
pertimbangan maintenance yaitu dengan melihat pola yang ada. Misalnya data
grafik pada suhu engine, apakah masih normal atau sudah diatas batas normal dan
lain sebagainya. Dengan smart maintenance ini maka perusahaan akan lebih mudah
dan tepat dalam melakukan perawatan kereta.
Smart maintenance ternyata bisa juga
dipakai untuk mengurangi polusi. Bagaimana caranya? Sebuah projek bernama
IN2STEMPO (Innovative Solutions in Future
Stations, Energy Metering and Power Supply) di Eropa menggarap sebuah projek smart maintenance yang
bertujuan untuk mengurangi polusi yang dihasilkan oleh kereta. Fokus projek ini
ada tiga yaitu: smart power supply, smart metering, effective station design.
Smart metering dilakukan dengan menggunakan smart meter
yang mengukur konsumsi daya listrik dari kereta. Dengan smart meter ini maka
data konsumsi energi kereta dapat diperoleh dan dianalisa yang selanjutnya
untuk mengampil tindakan dalam upaya penghematan energi. Misalnya dengan
mengetahui kapan konsumsi energi bedar dan konsumsi energi sedikit maka
perusahaan bisa memperkirakan pembelian daya listriknya.
Smart power supply dilakukan dengan menggunakan FACTS
(Flexible AC Transmission System). FACTS membantu perusahaan dalam mempermudah
pengendalian supply energi ke kereta. Sedangkan Effective Station Design
bertujuan untuk mendapatkan manajemen antrian yang lebih bagus sehingga biaya
pembuatan stasiun dapat lebih efektif dan ramah lingkungan.
Secara keseluruhan projek N2STEMPO
bertujuan untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi sehingga mampu
mengurangi polusi. Selain itu, untuk membantu penumpang agar lebih merasa
nyaman bepergian dengan kereta api.
Reff:
IN2STEMPO: How smart maintenance could help support the decarbonisation of our rail network, Global Railway Review, October 2020.
Kamis, 31 Desember 2020
Dunia Kereta-Kereta paling ramah lingkungan?
Pada artikel ini, kita akan
membahas tentang jenis kereta apa yang paling ramah lingkungan. Paling ramah
lingkuangan dalam artian paling rendah emisi yang dihasilkan. Ada beberapa
kandidat yang akan kita bandingkan disini, yaitu kereta listrik, kereta diesel,
kereta baterai, kereta hydrogen, dan kereta biogas. Pada pembahasan kali ini,
akan diulas secara komprehensif, dalam artian, meninjau emisi yang dihasilkan
mulai dari awal pembentukan bahan bakar, tidak hanya saat kereta beroprasi.
Mari simak dan baca sampai selesai.
Kita tengok sebentar tentang
sejarah. Dimulai dari kereta uap yang memiliki kecepatan rendah dan polusi yang
tinggi. Kemudian digantikan dengan kereta disel dengan kecepatan yang lebih tinggi
dan polusi yang berkurang. Selanjutnya, muncul kereta listrik yang dapat
melanju lebih cepat dibandingkan kereta disel dan dengan emisi yang lebih
rendah dalam pengoperasian kereta. Akan tetapi, kereta listrik membutuhkan
prasarana berupa catenary atau LAA (Listrik Aliran Atas). Hal ini, membuat
kereta listrik tidak fleksibel dan tidak dapat dioperasikan disemua jalur.
Kereta disel masih merajai karena dapat dioperasikan di semua jalur. Kemudian,
penelitian tentang alternatif lain dimulai.
Panel Surya. Sempat ada penelitian tentang kereta dengan
tenaga panel surya. Akan tetapi, dengan tenaga panel surya, meski semua atap
kereta diberi panel surya, dan kereta berada pada terik siang hari, energi yang
dihasilkan panel surya tidak akan mencukupi untuk menggerakkan kereta pada
kecepatan operasi yang memadai.
Baterai. Kereta
baterai pada dasarnya adalah kereta listrik yang energi listriknya disimpan di
baterai. Akan tetapi, kelemahan dari kereta berbasis baterai ini adalah, jarak
tempuh yang terbatas karena keterbatasan baterai dan juga biaya perawatan
beterai akan mahal. Selain itu, aplikasinya untuk kereta main-line (jarak jauh)
tidak bisa menampung energi dari regenerative braking secara optimal karena
kereta main-line biasanya percepatan/ perlambatannya rendah.
Hidrogen. Kereta
jenis ini memakai fuel cell untuk mengubah hydrogen menjadi listrik. Sistem ini
memerlukan beban listrik yang stabil, sehingga kereta ini juga dilengkapi
betarai. Jika permintaan daya lisrik besar, maka baterai ikut membantu. Jika
permintaan daya listrik kecil, hasil listrik dari fuel cell disimpan di
baterai. Sehingga baban listrik fuel cell bisa stabil. Kereta ini memerlukan
biaya yang mahal saat ini. Mulai dari proses pembembuatan hydrogen, perawatan
komponennya, bahkan jalur suplay hydrogen ke stasiun kereta.
Biogas. Kereta
biogas pada dasarnya adalah kereta disel yang memiliki bahan bakar biogas.
Biogas adalah bahan bakar ramah lingkungan dari daur ulang sampah organic.
Semua sumber energi kereta
yang telah dibahas diatas memilik kelebihan dan kekurangan masing – masing.
Gambar 2 bagian atas menunjukkan, bahwa suatu kereta yang membutuhkan energi
yang sama tetapi disuplai dari beberapa sumber energi berbeda. Terlihat bahwa
enegi permintaan kereta sama. Akan tetapi, energi yang diberikan berbeda pada
tiap sumber energi. Terlihat bahwa, energi yang diberikan kereta disel biasa
dan disel biogas paling tinggi. Sedangkan pada kereta listrik, sumber listrik
mensuplai energi paling sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa kereta berbasis
disel memiliki efisiensi energi paling kecil. Sedangkan efisiensi paling baik
ada pada kereta listrik.
Kereta paling efisien belum
tentu paling ramah lingkungan. Hal ini karena, kita perlu lihat secara keseluruhan
sumber energi tadi diperoleh. Gambar 2 bagian bawah menunjukkan emisi
greenhouse gas pada setiap jenis kereta. Terlihat bahwa, berdasarkan emisi
sumber energi, kereta hydrogen menghasilkan paling banyak polutan dari hasil
pembuatan hydrogen. Selanjutnya kereta baterai dari hasil proses produksi
baterai dan kereta listrik pada pembangkitan energi listrik. Sedangkan pada
kereta disel, polusi lebih banyak dihasilkan pada saat operasional kereta bukan
pada proses pembuatan bahan bakarnya. Sedangkan kereta biogas, adalah kereta
paling ramah lingkungan dengan polusi paling kecil.
Berdasarkan pembahasan diatas,
maka dapat kita simpulkan bersama, kereta paling ramah lingkungan adalah kereta
biogas. Sedangkan kereta paling efisien adalah kereta listrik. Semoga bisa
menambah pengetahuan kita. Tinjauan diatas tidak mempertimbangkan secara
ekonomi. Karena lebih komplek lagi. Sehingga banyak operator memakai banyak jenis
kereta untuk saling melengkapi dengan Analisa keuntungan yang utama.
Ref.
Rouqutte, F., Ficot-Boulet,
D., Melenchon, M., In search of the zero-emission train, Railway Gazette
International, December 2020.
Senin, 30 November 2020
Dunia Kereta - Rail Vision, Teknologi Mata Pada Kereta Api
Pernah tidak kalian membayangkan jika kereta punya mata? CCTV pada kereta sudah banyak ditemui, tetapi CCTV hanya memberikan rekaman video kepada operator sedangkan operator yang harus melakukan tindakan. Berbeda jika suatu kereta memiliki mata sendiri kemudian bisa melakukan aksi sendiri, misalnya mengerem ketika tahu ada benda di depannya. Sebuah perusahaan, Rail Vision, menciptakan suatu teknologi baru yang diberi nama Assisted Remote Shunting (ARS) yang diperuntukkan untuk loco shunting. Sedangkan secara umum teknologi Rail Vision ini juga dibuat untuk kereta mainline dan LRT.
Teknologi
ASR ini dikembangkan dengan basis kamera dan pengolahan citra (gambar) yang memanfaatkan
ilmu artificial intelligent (AI) dan deep learning (DL). Dengan AI dan DL, maka
kereta dapat mengidentifikasi objek yang ada didepanya, misalkan gerbong,
manusia, dan lain sebagainya. Fitur lain dari ASR ini adalah dapat mendeteksi:
manusia, kendaraan, kereta, pensinyalan di samping lintas, jembatan, wesel dan
juga memerintahkan emergency brake.
Rail
Vision membuat teknologi ini untuk beberapa tipe kereta mulai dari kereta
mainline (kereta jarak jauh), LRT, hingga ke loko shunting. Pada kereta
mainline, jarak deteksinya hingga mencapai 2 km, sedangkan pada kereta LRT dan loko
shunting jarak detaksinya dibuat hanya 200 m. Perusahaan start-up tersebut
mengklain bahwa jarak deteksi ini tidak terpengaruh cuaca dan kondisi cahaya (siang/
malam/ terowongan). Knorr-Bremse adalah salah satu perusahaan yang telah
mencoba teknologi ini pada kereta shuntingnya, SBB Cargo shunting. Sehingga
memungkinkan pengoperasian kereta shunting dari jarak jauh (remote).
Adanya
ARS apakah menghilangkan peran pensinyalan? Jawabanya tentu saja tidak. Hal ini
karena pensinyalan berperan penting dalam memberikan informasi terkait lintas
yang kosong dan juga blok pada pensinyalan blok. Sedangkan teknologi ASR ini membantu
meningkatkan keamanan (safety) kereta terhadap adanya bahaya yang ada di depan
kereta.
Ref:
https://railvision.io/main-line-solution/
https://www.globalrailwayreview.com/news/73329/railvision-sensor-technology-innotrans/
Kamis, 29 Oktober 2020
Dunia Kereta - Pendingin Praktis Kereta Kargo
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pendingin pada kereta kargo. Kereta kargo kan mengangkut barang, apa perlu pendingin? Jawaban pertanyaan ini tergantung jenis kargo yang dibawa, ada barang tertentu yang memerlukan kondisi dingin waktu pengakutan, misalnya ikan agar tetap segar, frozen food, atau bahkan es-krim. Dan tentunya banyak lagi barang-barang yang harus dijaga suhunya pada waktu pengiriman.
Untuk melakukan tugas pendingin ini, biasanya container khusus didesain memiliki alat pendingin seperti kulkas, atau jika kalian pernah lihat mobil container kecil pengantar es-krim. Agar alat pendingin dapat bekerja seperti halnya kulkas, maka diperlukan listrik. Pada kereta kargo pengangkut container, inti dari kereta adalah gerbong datar, tidak ada listrik yang diberikan dari lokomotif. Sehingga, biasanya hal yang dilakukan adalah dengan memasang genset portabel untuk sumber listriknya. Akan tetapi, dengan adanya genset portabel ini tentunya akan menambah kebisingan dan tentunya polusi udara.
Untuk mengatasi masalah
tersebut, maka sebuah perusahaan logistic kereta di Swiss, RailCare, membangun
sebuah generator modular yang diletakkan di axle kereta. Generator ini akan
menghasilkan listrik dari pompa hidrolik yang diputar oleh gerakan axle kereta ketika
berjalan. Pompa hidrolik memutar generator yang dapat menghasilkan listrik.
Mekanisme ini hanya bekerja jika kereta berjalan dengan kecepatan minimal 30
km/ jam. Untuk itu, pada alat ini disediakan juga baterai yang dipakai untuk
supply listrik Ketika kecepatan kereta rendah atau saat kereta berhenti.
Generator portabel atau
disebut power pack ini mudah dipasang dan dilepas dan tidak perlu modifikasi
pada gerbong. Selaian itu, sifatnya yang berdiri sendiri membuatnya bisa
dioperasikan lintas negara yang memiliki jaringan listrik yang berbeda di
Eropa. Kecanggihan lainnya yaitu, alat ini dilengkapi dengan GPS dan monitoring
online yang dapat mengetahui posisi dan kecepatan kereta, serta suhu dan waktu loading
dan unloading muatan.
Berdasarkan estimasi dari
RailCare, penggunaan generator axle ini mampu menghemat 43000 liter bahan bakar
genset disel yang berarti mengurangi polusi sampai dengan 1250ton CO2
per tahun. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga mampu mengurangi polusi suara
30-35%.
Ref:
Railway Gazette International
Magazine, September 2020 edition.
Senin, 31 Agustus 2020
Dunia Kereta - Review Paper: Pemanfaatan Baterai dandan Manfaatnya pada Kereta Api
Pada artikel kali ini kita
akan mengulas sebuah paper yang saya tulis dan diterbitkan di Jurnal Penelitian
Transportasi Darat (JPTD). Judul asli paper tersebut adalah “ Pemanfaatan
Baterai untuk Megurangi Beban Puncak dan Meningkatkan Penyerapan Energi
Regenerative Braking pada Kereta Api. Seperti judulnya, paper tersebut membahas
tentang pemanfaatan baterai pada kereta api dan 2 manfaat utamanya yaitu untuk
mengurangi beban puncak dan untuk meningkatkan penyerapan energi hasil
regenerative braking.
Pada bagian pendahuluan paper
tersebut disebutkan bahwa kereta api adalah moda transportasi yang paling
efisien dibandingkan dengan moda transportasi yang lain. Salah satu cara untuk
mengurangki konsumsi energi pada kereta listrik adalah dengan regenerative
braking yaitu ketika pengereman, motor traksi diubah menjadi generator yang
menghasilkan listrik. Energi listrik disimpan di Energi Storage System (ESS) yang
bentuknya bisa berupa baterai atau lainya. Disebutkan bahwa regenerative
braking pada kereta listrik dapat menghemat konsumsi energi sampai 33 %.
Beberapa cara untuk
meningkatkan pemanfaatan listrik hasil regenerative braking adalah pengaturan
penjadwalan, reversible substation, dan pemasangan ESS. Pengaturan penjadwalan
dimaksut dengan membuat jadwal kereta dimana salah satu kereta berhenti dengan
mengerem waktu sampai stasiun dan kereta lain mulai gerak utuk berangkat.
Sehingga listrik yang dihasilkan oleh kereta yang sedang mengerem bisa
dimanfaatkan langsung oleh kereta yang mulai berjalan tadi. Kedua, reversible
substasiun dimaksudkan membuat substation yang mampu menerima aliran listrik
balik, sehingga listrik hasil regenerative braking dapat dimassukkan ke
jaringan listrik dan diberikan ke konsumen lain. Ketiga, yaitu dengan menyimpan
listrik di ESS baik berupa baterai, super capasitor, ataupun flywheel.
Pemasangan ESS dapat dilakukan
dengan du acara, on-board dan track-side. Pemasangan on-board adalah ESS
dipasang pada kereta tersebut, sedangkan trck-side artinya ESS dipasang di
samping lintasan diluar kereta. Paper tersebut menyebutkan bahwa pemasangan on-board
ESS memiliki efisiensi dan management energi yang lebih baik. Selanjutnya pada
paper dijelaskan lebih lanjut tentang penggunaan ESS onboard serta simulasi
perjalanan kereta api untuk menunjukkan manfaat metode tersebut.Dimana onboard
ESS yang dipakai adalah baterai, karena sesuai Gambar 1, baterai memiliki
keunggulan dibanding jenis lainya.
Berdasarkan hasil uji simulasi
yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penambahan baterai dengan kapasitas 0,6%
dari kebutuhan energi kereta menyebabkan kenaikan masa kereta sebesar 0,07% dan
mempu memberikan penghematan energi sebesar 2,11%. Simulasi yang dilakukan baru
pada keadaan ideal sehingga perlu pengujian lebih lanjut untuk implementasi.
Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa ESS onboard dapat mengurangi biaya
listrik pada operasional kereta api. Selaian itu, dapat menurunkan supplay daya
substation sehingga dimungkinkan untuk membangun substation dengan daya yang
lebih rendah.
Referensi.
Paper dapat didownload gratis
di:
http://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/jurnaldarat/article/view/1601
Sabtu, 18 Juli 2020
Dunia Kereta- Kereta AC-DC
Pada kesempatan kali ini akan
kita bahas tentang kereta AC-DC atau dikenal juga dengan kereta multi-sistem.
Sebenarnya apa sih yang dimaksut dengan kereta AC-DC? Kereta AC-DC pada pembahasan
ini adalah kereta yang menggunakan kelistrikan AC dan DC. Maksutnya adalah
kereta tersebut dapat berjalan pada LAA AC maupun DC. Kok bisa bagaimana ya
caranya? Banyak jawaban atas pertanyaan ini, ada yang bilang ganti pantograph,
ada yang bilang punya dua koneksi. Nah untuk lebih detail akan kita bahas
beserta contoh produknya.
Sebelum membahas kereta AC-DC
kita tengok sebentar system kereta AC dan kereta DC secara terpisah. Gambar 1
adalah system kereta AC sedangkan Gambar 2 adalah system kereta DC. Nah sekarang
coba cari apa perbedaanya? Jika lupa silakan baca kembali tentang system propulsi
kereta ya, klik disini. Komponen utama yang membedakan system AC dan DC adalah
trafo dan rectifier yang dimilik kereta AC (tentunya ada komponen proteksi yang
berbeda juga antara AC dan DC). Trafo berfungsi untuk menurunkan tegangan
listrik yang diperoleh dari LAA. Sedangkan rectifier untuk mengubah listrik AC
menjadi DC. Setelah listrik menjadi DC, maka prosesnya akan sama dengan kereta
DC.
Gambar
1. Sistem kereta AC
Gambar
2. Sistem kereta DC
Setelah tahu perbedaan kereta AC
dan kereta DC, silakan lihat Gambar 3 yang merupakan kereta AC-DC. Nah disini
jelas terlihat bahwa setelah pantograph ada switch ( change over switch) yang
berfungsi untuk memilih system AC atau DC ( lingkaran biru). Jika switch kea
rah bawah, berarti listrik langsung menuju system DC artinya kondisi kereta
lewat LAA DC. Sebaliknya jika switch arah atas maka listrik mengalir melewati
trafo dalam artian listrik AC sedang bekerja.
Gambar
3. Kereta AC DC
Jika pada gambar sebelumnya hanya disajikan system dalam bentuk symbol, untuk lebih mudah memahami silakan lihat gambar 4. Silakan amati dan temukan changeover switch pada Gambar 4. Perpindahan changeover switch dapat secara otomatis dalam artian ketika kereta berhenti dan pantograph turun, operator tinggal memencet switch. Sedangkan perpindahan changeover switch ketika kereta berjalan dimungkinkan juga dengan mendeteksi arus AC atau DC kemudian change over berpindah otomatis. Akan tetapi, sewaktu artikel ini ditulis, saya belum menemukan info tentang ini. Hal ini karena, perpindahan system AD-DC sangat jarang yang disatukan dalam satu lintas. Adapun biasanya perpindahan di stasiun atau karena pindah jalur. Karena system AC biasanya untuk kereta jarak jauh sedangkan system DC untuk kereta jarak dekat atau metro.
Gambar
4. Penjelasan komponen kereta AC-DC
Ref:
https://www.secheron.com/applications/rail-transportation/rolling-stock-ac-dc-multisystem-vehicles/
Selasa, 30 Juni 2020
Dunia Kereta- Bagaimana Kereta Disel Bersaing dengan Kereta Listrik?
Negara – negara eropa telah
banyak yang berpindah dari kereta diesel menuju kereta listrik, kereta baterai
dan kereta hydrogen. Hal ini sebagai wujud dari kesepakatan yang tertuang dalam
EU Transport white paper 2011 yang berisi upaya untuk mengurangi polusi CO2
dengan target pengurangan 30 % pada tahun 2030, 50 % pada tahun 2035, dan 90 %
pada tahun 2050.
Dalam upaya ini, negara –
negara Eropa melakukan elektrifikasi jalur secara besar seperti misalnya Jerman
yang memiliki target 70% lintas relnya teraliri listrik pada 2030. Sedangkan
untuk negara – negara yang kebanyakan lintasnya tidak terelektrifikasi memilih
menggunakan kereta/ lokomotif dengan sumber energi alternative seperti baterai
atau hydrogen untuk ikut menekan polusi udara.
Jarak tempuh kereta baterai 100 – 120 km sedangkan jarak tempuh kereta hydrogen mencapai 600-1000 km. Harga yang mahal menjadi penghalang utama untuk mewujudkan kereta baterai maupun hydrogen. Hal ini disebabkan karena keberadaanya di pasaran yang baru sedikit dan supply komponen yang masih jarang.
Untuk dapat bersaing dengan
kereta listrik, baik yang sumber listriknya dari LAA maupun dari hydrogen dan
beterai, teknologi mesin diesel semakin berkembang. Pada tahun 2021 akan
diluncurkan teknologi diesel stage V yang memiliki konsumsi bahan bakar 0,015
g/ kWh (gallon/ kilo watt hour). Dimana teknologi tersebut telah berhasil
menghemat konsumsi bahan bakar sampai 40 % dibandingkan teknologi pendahulunya
yaitu stage IV dengan konsumsi bahan bakar 0,025g/ kWh.Sedangkan produsen mesin
diesel seperti MTU, menawarkan teknologi hybrid power pack. Teknologi, yang
mengkombinasikan engine dan baterai, ini diklaim dapat menurangi polusi hingga
25 %. Sedangkan Voith mengandalkan teknologi diesel stage V.
Cara lain untuk meningkatkan efisiensi mesin diesel adalah dengan menggunakan teknologi transmisi. EcoWorld adalah teknologi transmisi baru yang dikembangkan perusahaan ZF. EcoWorld mengadopsi system hydromechanic yang diklaim dapat menghemat energi hingga 20 % dibandingkan teknologi hidro-dynamic. Transmisi ini dapat memfasilitasi coasting dengan lebih baik. Coasting adalah kondisi kereta meluncur dengan engine dinamtikan. Costing dapat memberikan penghematan bahan bakar hingga 5 %.
Bio-fuel adalah bahan bakar
yang ramah lingkungan yang dapat dipakai untuk menurunkan tingkat polusi mesin
diesel. Akan tetapi, masalah yang belum terelesaikan dari penggunaan biofuel
adalah ketersediaan jenis bahan bakar ini dan efeknya yang menimbulkan plak
pada mesin. Penelitian tentang solusi bahan bakar mesin diesel yang ramah
lingkungan dilakukan juga oleh Ineratec, dimana ditemukan bahan bahan bakar
baru dengan mengkombinasikan hydrogen dan karbondioksida (CO2) dengan proses
yang diberi nama Power-to-Liquid. Dimana teknologi ini juga dapat menyerap
energi hasil regenerative braking dengan mengunakannya untuk memproduksi hydrogen.
Jenis bahan bakar ini juga ramah lingkungan karena tidak ada CO2 yang
dikeluarkan ke lingkuangan.
Disarikan dari:
Kevin Smith, Do hydrogen and
bettery trains mean the end for diesel traction?, IRJ Insights, April 2020.








